Kamis, 11 Juli 2013

Sudut Kota

Heran...
melihatnya tumbuh mekar
keindahan yang tetap terpancar
walau di tempat yang tak wajar

mawar di tepi jurang.....

Heran...
mendengarnya tetap berkelakar
suara berisik tanpa gentar
walau di bawah langit tanpa sinar

jangkrik di balik ilalang.....

Di balik meja sana
mereka berkata "itu sudah sewajarnya"
mereka bergumam "itu sudah semestinya"
ah sudahlah...














Terlihat anak-anak tikus berkeliaran
berusaha temukan kunci sabar yang mereka idamkan
hadapi masalah tanpa sungkan
walau itu datang menggorok lehernya
walau itu datang menikam jantungnya
setidaknya mereka bukan penakut
setidaknya mereka bukan pengecut

Kerbau tua yang lusuh datang dengan loncengnya
terlihat sombong selamatkan duka mereka
bagaikan iblis berhati mulia

Tapi mereka tetap berguman
"itu sudah sewajarnya"
"itu sudah semestinya"

Tentu saja itu buatku geram
tumpahkan amarah yang ku pendam
dendam?
ah sudahlah...

Usai sudah kata-kataku
selesai sudah untaian kalimat ku

Jangan heran..
Ini hanya kata kasar yang disamarkan lewat sajak
yang berusaha menarik hati ribuan khalayak
apakah sudah sewajarnya?
sudah semestinya?

Barangkali masih tersisa pelangi indah di atas sana

by : Red Renjer

7 komentar:

  1. Puisi diatas menceritakan tentang apa ya? ngg ngerti :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. judulnya udah jelas -__- sudut kota

      Hapus
    2. judul kan belum berarti sama dengan temaaaaaa -____-
      hahahah,,,,,, peace ^^

      Hapus
    3. jika kota diibaratkan sebagai sebuah hati, maka sudut kota = sisi hati, menceritakan tntng pergolakan hati seseorang, marah, sedih, ketidakpedulian, dendam, sifat riya akan tetapi masih terselip rasa kekaguman dan keberanian, kalau mau menghubungkannya dengan "kota" dlm artian yg sesungguhnya juga bisa, puisi di atas g hnya trpaku pda satu makna, trgntng persepsi anda memaknainya apa :D

      Hapus
    4. kereeen :D ,, sama sekali ngg kepikiran

      Hapus
  2. walau ga terlalu paham tapi kereeeenn :D
    mampir ya http://emjeaje.blogspot.com/

    BalasHapus