Sentuhan sang malam tak membuaiku kali ini
termenung, berangan, berimajinasi
termenung, berangan, berimajinasi
bagai di sebuah padang yang luas
kering.. tandus.. dan sunyi
sangat sunyi..
ku berjalan menyusurinya....
langkah kaki yang terbenam
perlahan hanguskan semangatku
deru angin yang menerpa
seakan menampar jiwa mudaku
Tiba-tiba dia berlari menghampiri...
dia sapukan pasir dari semangatku
dia lenyapkan karat dari belulangku
dia sembuhkan ragu dari nadiku
menarikku dari keterpurukan
menganggkatku dari kehinaan
membasuh jiwaku dari kesepian
dia sapukan pasir dari semangatku
dia lenyapkan karat dari belulangku
dia sembuhkan ragu dari nadiku
menarikku dari keterpurukan
menganggkatku dari kehinaan
membasuh jiwaku dari kesepian
dia laksana oasis yang lepaskan dahaga
melumuri setiap sendi kehausan yang selimuti raga
memberi kesejukan di terik yang menyiksa
dia adalah kau ....
melumuri setiap sendi kehausan yang selimuti raga
memberi kesejukan di terik yang menyiksa
dia adalah kau ....
kaulah sahabatku....
aku tertegun memikirkannya
merasakannya...
kuamati..
kurasakan kau lebih dalam..
ternyata apa?....
aku salah..
salah menilaimu..
kau tak seperti oasis di tengah gurun
kau pun tak seperti air yang akan lenyapkan rasa hausku
ah..
ternyata kau tidak seperti itu..
mendekati pun tidak...
mirip pun tidak..
sahabat...
tahukah kau?
kau jauh lebih dari itu..
jauh lebih indah...
sahabat...
tahukah kau?
sajak ini tak kupersembahkan untukmu
tak pantas kau mendapatkannya
karena...
dirimu begitu berharga
by : Red Renjer
tahukah kau?
kau jauh lebih dari itu..
jauh lebih indah...
sahabat...
tahukah kau?
sajak ini tak kupersembahkan untukmu
tak pantas kau mendapatkannya
karena...
dirimu begitu berharga
by : Red Renjer
so suiiit... :D
BalasHapuskunjungan balik,
follbacknya ditunggu ya,, ^_____^
makasih MJ.. :D
Hapusudah kok