Selasa, 18 Maret 2014

Sebuah Transisi

Untukmu, kutulis sajak ini
mengajak penaku menari
berusaha temukan kalimat manis
berharap terangkai kata-kata romantis

Akupun berusaha memberikan sebuah skema
Bertindak indah seperti dalam drama
Berperan sebagai seorang pujangga
Tapi buat apa..
Jika semua hanya akting belaka..

Mataku beralih menatap kaki langit
dimana sebuah transisi sedang terjadi
Gelap mulai menghampiri
Sedangkan terang mulai dilucuti

Aku tersadar..
mendengar hatiku berbisik sendu..
mengatakan sesuatu..
dan sesuatu itu akan kusampaikan padamu :






















“Selamat ulang tahun Nindy…
kuucapkan terima kasih pada sang waktu,
walau seenaknya mendikte umurmu,
dan perlahan mencuri usiamu..
Tapi telah mengingatkanku tentang kelahiranmu.

Selamat menikmati transisimu...
Semoga berkah, dan semakin indah”

by : Red Renjer

Rabu, 02 Oktober 2013

Klise

Disini...
masih tersisa genangan air yang merayu
menitipkan salam dari langit sendu
membasahi jalan kecil tak berbatu

dan mulai kutapaki jalan itu
masihkah kau ada disana?

ku alihkan pandangan melihat langit malam
meramal angan, memastikan kelam
apakah kebenaran adalah kebenaran
ataukah aku yang telah salah menafsirkan

tapi tetap kutapaki jalan itu
masihkah kau ada disana?















Diujung jalan...
akupun melihat kenyataannya
apa yang sebenarnya ada di balik sana
sesuatu yang bersembunyi, dan siap menerkam asa
yang membuatku miskin akan pilihan
memaksaku tetap memastikan kelam

akupun ragu...
masihkah kau tetap disana?

Malampun semakin larut
tak satupun puisi terlahir
tak satupun majas yang hadir
ya sudah, aku tetap miskin akan pilihan
saatnya merayakan kesendirian...

“Untuk apa kita bersuara?
Jika seluruh kata dimaknai berbeda"
Klise...

tapi tenanglah, aku nyata...

by : Red Renjer

Jati Diri??

Salam Merah!!

Pada posting kali ini saya akan menyajikan suatu tulisan mengenai jati diri. Sebenarnya apa sih jati diri itu? dia itu makhluk apa? hidup dimana? berkembang biak dengan cara apa?

Bagi anda yang penasaran, Selamat membaca!

---------------------------

Sebelum membahas jati diri, mari kita bahas dulu apa itu kepribadian. Kepribadian adalah gabungan dari emosi, sikap, dan kebiasaan dari suatu individu. Kira-kira itulah arti kepribadian yang saya cerna dari wikipedia. Seseorang perlu mengenali kepribadiannya, karena melalui itu dia dapat menemukan jati dirinya. Oleh sebab itulah dengan berbagai cara manusia berusaha mengungkap kepribadian melalui berbagai tes atau pun kepercayaan tertentu, ada yang melalui ramalan bintang, primbon, shio, dan yang sedang tren saat ini adalah melalui golongan darah.
Terlepas dari itu semua, kepribadian bukanlah hal yang mudah untuk dipahami. Bahkan ada orang yang seumur hidupnya tidak dapat mengetahui kepribadiannya dengan baik, sehingga dia tidak bisa menemukan jati dirinya yang sesungguhnya.

Seseorang yang gagal menemukan kepribadiannya
Saya bertanya pada seorang mahasiswa tingkat akhir mengenai makhluk yang bernama jati diri itu, dan dia pun menjawab "jati diri itu adalah kepribadian kita".
Kemudian saya bertanya pada mahasiswa lainnya, dan dia menjawab sambil senyum-senyum ga jelas tersenyum simpul "Jati diri itu ya emmm.. ya.. emmm... sikap kita yang sebenarnya ya?????" (malah ditanya balik). 
Belum puas dengan jawaban itu, saya mengambil sampel mahasiswa tingkat akhir lainnya, dan dia menjawab dengan wajah pasti "jati diri itu adalah aku,, aku yang sesungguhnya" (dijawab dengan gaya pak mario teguh)

Tersesat dalam pencarian makhluk yang bernama jati diri

Saya pun semakin penasaran, apakah perbedaan ketiga jawaban tersebut disebabkan karena perbedaan jati diri mereka atau karena mereka belum mengenal jati dirinya dengan sempurna? 
yang jelas, "jangan berharap jati diri itu akan mendatangimu, karena jati diri itu menunggu untuk kau temukan"
Bagi yang telah menemukan jati dirinya, Selamat Anda beruntung!!
Bagi yang belum menemukan jati dirinya marilah memulai dengan hal sederhana, tanyakan pada diri kita :

Siapa aku?
Dari mana aku?
Untuk apa aku ada?
Dan aku mau kemana?


Sesungguhnya tulisan ini ditulis oleh seseorang yang juga sedang mencari jati dirinya, jadi tolong maafkan jika tulisan ini tak ada gunanya.

Cukup sekian dan selamat mencari jati diri!

(ttd : Merah bukanlah api, merah bukanlah darah, tapi merah itu Si Renjer Merah)

Sabtu, 24 Agustus 2013

Hujan

Menatap langit yang tak lagi biru, 
aku meracau ribuan ragu
dalam otakku yang terkekang rindu...

Menginjak tanah yang nyaris goyah, 
aku menyimpan ribuan resah
menunggu badai yang tak pernah musnah...

















sedih rasanya melihatnya terjun bebas.. 
jutaan armada yang meluncur tanpa ragu
sama sekali tak mewakili pradugaku...

sedih rasanya mendengarnya bergemuruh..
seakan mengejek mencengkram bisu
sama sekali tak mewakili perasaanku...

maafkan aku yang telah membasahimu,
ciptakan dingin, di musim semimu

Hujan....
kuharap kau selalu menjaganya, menemaninya..
meskipun langit tak punya juru bicara..


by : Red Renjer

Minggu, 14 Juli 2013

SPP (Sudut, Pinggir, dan Pojok)

Assalamu'alaikum
Salam Merah!
Tulisan berikut ini berisikan tentang sesuatu yang berhubungan dengan "sudut, pinggir, dan pojok", atau kata-kata lain yang kira-kira artinya memiliki kesamaan makna dengan kata-kata tersebut.
Bagi yang berminat silakan baca. Bagi yang tidak...
hmm.. baca aja, dikit kok.

Langsung saja

_______________________

Pengertian "sudut, pinggir, atau pojok" yang dimaksud dalam tulisan ini adalah suatu tempat yang berada pada tempat paling ujung. Jika diberi imbuhan ter dan kan, maka akan menjadi "tersudutkan", "terpojokkan" yang kira-kira artinya adalah suatu kondisi dimana suatu hal atau suatu benda berada pada tempat atau keadaan "terpinggirkan". Yah walaupun artinya agak sedikit maksa tapi saya yakin anda semua sudah mengerti makna dari kata-kata tersebut.

Setiap orang normal pasti tidak akan suka berada pada kondisi tersudutkan. Yang perlu digaris bawahi adalah kata "setiap orang normal". Ga tau tuh, soalnya ada beberapa "orang yang tidak normal" di dunia ini yang menyukai dirinya berada pada kondisi "terpojokkan", alasannya mungkin demi sebuah popularitas, atau karena menyukai tantangan. Yang jelas di sini saya hanya akan membahas pada kondisi normal saja.

Hal yang menyebabkan seseorang berada pada kondisi "terpojokkan" biasanya disebabkan karena orang tersebut memiliki kesalahan, atau karena bertindak di luar kelakuan normal (aneh), atau karena memiliki perbedaan point of view dengan orang yang "memojokkan".

Kucing yang tersudutkan

Jika suatu benda diletakkan di pinggiran atau di pojokan, maka benda tersebut akan memiliki ruang gerak yang terbatas, bahkan sama sekali tidak bisa bergerak. Hal inilah yang menyebabkan seseorang juga tidak akan suka pada kondisi tersudutkan atau terpojokkan. Pada kondisi tersebut, seseorang yang "terpojokkan"
akan mengalami ruang gerak yang terbatas untuk mengekspresikan dirinya, bahkan akan di judge sebagai orang yang salah, bahkan tidak diberi kesempatan untuk menjelaskan dirinya. Bahasa kasarnya "Lu tuh salah! Jadi diem aja! mending introspeksi diri!"

Memang benar, semua hal yang ada di dunia ini diciptakan oleh Tuhan dengan tujuan tertentu, salah satunya kondisi terpojokkan di atas. Karena pada kondisi tersebut seseorang akan bisa mengintrospeksi dirinya, sehingga dapat memperbaiki dirinya. Akan tetapi, hal yang juga harus kita perhatikan adalah jangan sampai kita terlalu berlebihan dalam menciptakan kondisi terpojokkan tersebut. Apalagi hal itu dilakukan berlarut-larut dalam waktu lama dengan sengaja. Bahasa gaul anak sekarang "nyinyir". Nyinyir itu justru akan menciptakan kondisi tidak nyaman yang akan berujung pada ghibah bahkan lebih parahnya lagi adalah fitnah.

Apa gunanya membuat orang lain, teman, bahkan saudara kita berada pada kondisi tersebut, merasa tersudutkan, terpinggirkan, atau terpojokkan yang mana hal tersebut kita lakukan hanya untuk memenuhi kepuasan pribadi?

Setiap manusia pasti mempunyai kesalahan, kesalahan tersebut dapat diperbaiki, salah satu caranya adalah dengan menasehati orang tersebut tanpa memojokkannya. Tanpa merasa diri kita paling benar, tanpa merasa diri kita paling suci. Apalagi kalau kondisi terpojokkan itu disebabkan karena perbedaan point of view, tentu ceritanya akan beda lagi.

Oleh karena itu marilah kita (orang yang memojokkan ataupun yang terpojokkan) memperbaiki dirinya agar menjadi pribadi yang lebih baik. Tanpa harus menyakiti perasaan orang lain.

"Awanpun tak selalu putih bukan? Tapi ia punya cara tuk jernihkan dirinya" - Red Renjer

_______________________

Sekian tulisan saya, semoga anda yang membaca tulisan ini tidak merasa memojokkan atau terpojokkan. Tulisan ini murni untuk sekedar mengingatkan saja, Insya Alah..
Jika ada kata-kata yang kurang berkenan, saya minta maaf
wassalamu'alaikum

(ttd: Merah bukanlah api, merah bukanlah darah, tapi merah itu Si Renjer Merah)

Kamis, 11 Juli 2013

Sudut Kota

Heran...
melihatnya tumbuh mekar
keindahan yang tetap terpancar
walau di tempat yang tak wajar

mawar di tepi jurang.....

Heran...
mendengarnya tetap berkelakar
suara berisik tanpa gentar
walau di bawah langit tanpa sinar

jangkrik di balik ilalang.....

Di balik meja sana
mereka berkata "itu sudah sewajarnya"
mereka bergumam "itu sudah semestinya"
ah sudahlah...














Terlihat anak-anak tikus berkeliaran
berusaha temukan kunci sabar yang mereka idamkan
hadapi masalah tanpa sungkan
walau itu datang menggorok lehernya
walau itu datang menikam jantungnya
setidaknya mereka bukan penakut
setidaknya mereka bukan pengecut

Kerbau tua yang lusuh datang dengan loncengnya
terlihat sombong selamatkan duka mereka
bagaikan iblis berhati mulia

Tapi mereka tetap berguman
"itu sudah sewajarnya"
"itu sudah semestinya"

Tentu saja itu buatku geram
tumpahkan amarah yang ku pendam
dendam?
ah sudahlah...

Usai sudah kata-kataku
selesai sudah untaian kalimat ku

Jangan heran..
Ini hanya kata kasar yang disamarkan lewat sajak
yang berusaha menarik hati ribuan khalayak
apakah sudah sewajarnya?
sudah semestinya?

Barangkali masih tersisa pelangi indah di atas sana

by : Red Renjer

Selasa, 09 Juli 2013

Kursi Kelas Satu

Mari kuceritakan padamu
tentang kursi kelas satu
tempat teratas yang sering kududuki
tempat tertinggi yang selalu ku singgahi

Di atas kursi kelas satu
aku merasa megah, aku merasa indah, dan aku merasa gagah
ku senantiasa menatap rendah
memandangi keluhan berbagai wajah
tanpa peduli apa yang mereka papah

Di tempat ini..
aku bukanlah perwira biasa
aku juga tak pantas disebut panglima
karena disini, akulah sang raja
raja yang meludahi muka mereka, si rakyat jelata
atau merampas harga diri para sahaya.
















Tahukah kau, apa itu kursi kelas satu?
itulah singgasanaku…
tempat ketika aku merasa paling kuat
tempat dimana aku merasa paling hebat…

Di tempat inilah, kepalaku dibesarkan
di tempat inilah, dadaku dibusungkan..

Tapi, seseorang berkata…
Hei kawan..
kursi itu tak seindah yang kau pikirkan..
ia adalah tempat yang akan menjatahimu dengan berbagai laknat
dan ia adalah tempat yang akan menjatuhkanmu di akhirat

Tempat itu bukan milikmu!
Tak pantas kau memilikinya!
Karena kursi kelas satu, hanyalah milik-Nya


by : Red Renjer

Minggu, 23 Juni 2013

Itu Saja 2

"Klise..."
langsung terlontar dari mulut besarku,
saat menatap langit di atas sana
langit malam, tanpa cahaya
membentang luas, seakan tak bermakna

"Klise..."
langsung terucap dari lidah angkuhku
saat memandang ribuan kayu tua,
yang tak lagi sesak penuhi rimba,
seakan tak berniat,
tuk temaniku disana

Terlihat dibalik kayu ara..
sang rusa berjalan dengan pongahnya
bagai tak takut pada amukanku, tak lagi hiraukan aumanku
apa bisaku?
aku hanya serigala tua, yang tak lagi perkasa
yang perlahan habis ditelan masa















Seperti biasa..
kuseret kaki kecilku menembus padang ilalang
tinggalkan rimbaku yang tak lagi rindang
menuju bukit itu, agar bisa melihatmu

Gerimis hujan temani perjalananku
seakan tak restuiku tuk melihat cahaya itu..
cahaya mu...

Aku tak mengeluh, 
Aku tak membenci hujan
Aku hanya tak ingin kau tertutup awan

Purnama..
tunggulah disana.. tunggulah aku...
dan dengarlah.. lolongan terkhirku

by : Red Renjer

Kamis, 09 Mei 2013

Mikroba

Salam Merah! Dalam postingan berikut ini saya tidak akan menceritakan tentang klasifikasi mikroba, mekanismenya, atau bla bla bla…. yang jelas dalam postingan berikut ini saya akan menceritakan tentang perilaku mikroba yang pantas untuk ditiru oleh manusia. 
Selamat membaca!


------------


“Jadilah seperti mikroba!” Ini merupakan kata-kata sakral yang saya peroleh sekitar dua tahun yang lalu. Kata-kata ini saya dapatkan dari seorang dosen yang menganjurkan mahasiswanya agar ”MENJADI MIKROBA!”. Beliau mengatakan agar kami belajar meniru sifat mikroba.

Yang jadi pertanyaanya adalah kenapa kita harus seperti mikroba? Bukankah mikroba merupakan makhluk yang berukuran kecil, tidak dapat dilihat secara langsung (perlu bantuan mikroskop) dan seringkali terdapat pada tempat-tempat kotor seperti sampah? Tapi, tahukah anda ternyata sifat-sifat seperti itulah yang perlu kita teladani.

MIkroba merupakan makhluk yang memiliki pengaruh besar dalam menjaga keseimbangan kehidupan bumi. Salah satu manfaat penting mikroba adalah perannya dalam mendegradasi berbagai sampah. Coba kita renungkan, apa jadinya dunia tanpa mikroba? Sampah dibumi tentu akan menumpuk bukan?

Hal yang membuat mikroba menjadi spesial untuk ditiru bukan hanya karena dampak besarnya tersebut, tapi karena sifat “kecil” dan “ketidakterlihatannya” itulah yang membuat mikroba semakin unik.

------------

Seringkali, tujuan kita dalam melakukan suatu amanah ataupun pekerjaan adalah untuk dinilai oleh orang lain, misalnya belajar untuk mendapatkan nilai yang bagus, suka menolong karena ingin dianggap sebagai orang yang baik, atau melakukan sesuatu agar terlihat eksis dan keren di mata orang lain. Yang mana semua pekerjaan yang kita lakukan seringkali hanya semata-mata bermuara pada PUJIAN atau PENGHARGAAN dari orang lain, dan hal ini lah yang dapat membawa kita ke arah riya’.

Keinginan untuk dipuji atau diberi penghargaan merupakan sifat alamiah manusia. Akan tetapi, bukan berarti kita tidak dapat menghindari hal tersebut. Salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah dengan meniru sifat mikroba, yaitu kecil dan tidak terlihat.

Dalam Islam, sifat kecil dan tidak terlihat merupakan suatu sifat yang penting. Firman Allah dalam Alqur’an surat Al-Baqarah : 271 menjelaskan tentang pentingnya sifat tersembunyi dalam beramal. Bagi yang penasaran silahkan buka Alquran dan lihat sendiri.

Selain itu, imam Asy Syafi’i mengatakan, “Sudah sepatutnya bagi seorang alim memiliki amalan rahasia yang tersembunyi, hanya Allah dan dirinya saja yang mengetahuinya. Karena segala sesuatu yang ditampakkan di hadapan manusia akan sedikit sekali manfaatnya di akhirat kelak”.  Sufyan bin ‘Uyainah mengatakan bahwa Abu Hazim berkata, “Sembunyikanlah amalan kebaikanmu sebagaimana engkau menyembunyikan amalan kejelekanmu.”

------------

Jika saja dalam melakukan suatu pekerjaaan kita memiliki prinsip "kecil" dan "tidak terlihat", tentulah kita dapat menjadi pribadi yang ikhlas. Prinsip kecil, menjadikan kita merasa bahwa semua perbuatan baik yang telah kita lakukan belumlah seberapa nilainya, sehingga akan membuat kita senantiasa untuk berbuat lebih. Sedangkan prinsip tidak terlihat, akan menjauhkan kita dari sifat sombong.

Sembunyi-sembunyi dalam beramal tidaklah merugikan diri kita,  justru hal tersebut mampu menjauhkan diri dari sifat riya’. Dengan meniru sifat mikroba, kita bisa melakukan sesuatu tanpa harus diperhatikan oleh orang lain, tanpa harus menunggu decak kagum dari orang lain dan tanpa harus mengharapkan penilaian yang bagus dari orang lain. Janganlah bersedih ketika usaha atau kerja kita tidak diketahui, tidak diperhatikan, tidak dihargai atau tidak dinilai baik oleh orang lain. Karena cukup Allah saja yang pantas untuk menilai amalan kita.


Oleh karena itu, untuk kata-kata penutup :

“Jadilah seperti mikroba…. kecil, tidak kelihatan, tapi bermanfat besar bagi orang lain.”  (kutipan dari seorang dosen PIP lupa namanya)

(ttd: Merah bukanlah api, merah bukanlah darah, tapi merah itu Si Renjer Merah)

Senin, 04 Maret 2013

Pelangi Hitam

Tak pernah terpikir oleku
tuk menari di ujung sejadah,
mencari jawaban atas segala resah
dipenghujung malam berteman lelah

Tak pernah terniat olehku
tuk mengukir bayangmu di malam gelap,
dengan seuntai sinar yang gemerlap
percikkan iri pada malam indah tanpa ratap

Teringat samar kata-kata indahnya
membuat otakku menjadi ragu, tuk pahami arti nadanya
semakin pengaruhi jiwaku, tuk membenci iramanya

Dibalik suara indahnya, mereka menghina..
semakin beratkan beban yang kutahan
semakin benamkan hasrat yang kusimpan

















Dibalik tarian indahnya, mereka menjauh
tinggalkan bunga yang tlah kutanami
hitamkan pelangi yang tlah kuwarnai

Jika aku mengikuti, akankah itu berarti?
Jika aku mengiyakan. akankah itu terkabulkan?

Satu hal yang bisa kupahami...
Aku tak tahu tentang masa depan
Tapi aku mengerti apa itu harapan…

by : Red Renjer

Bunga

Dari sudut ini kuperhatikan...
Setiap lelah yang kau telan, mengisi nadi dengan kehampaan
Langkah peluh yang kau tempuh, buatmu terlihat semakin rapuh
Jeritan hati yang kau tahan, sematkan luka dalam angan

Dari sudut ini kuperhatikan...
Senyum indah yang kau pancarkan, seringkali hanyalah keterpaksaan
Tawa riang yang kau goreskan, mengharu biru di atas lautan
Rasa gundah yang kau sembunyikan, semakin buatku menjadi awam




















Cahaya merobek kegelapan dengan angkuhnya
Musnahkan kelam tanpa rasa iba
Menyayat hitam tanpa kata

Ingin ku basuh tangis dalam tawamu
Ingin ku hapus hujan dalam batinmu
Ingin ku renggut resah dalam jiwamu
Tapi ku tak bisa, ku hanya pecundang yang diam tanpa kata,
hanya mampu sampaikan lewat huruf-huruf tanpa makna

Jika aku menjadi awan,
akan kah ku dapat meneduhkanmu?
atau malah semakin membasahimu?

Dari sudut ini kuteriakkan...
Wahai bunga!
mekarlah dengan indah!

by : Red Renjer

Rabu, 26 Desember 2012

Itu Saja

Bulan……
Bukan bulan yang sesungguhnya
Hanya bias tanpa mengganti makna
Tak sekedar pemantul cahaya
Atau hanya penghias angkasa

Dia juga bisa terangkan gulita
Sendukan cuaca
Bahkan memikat sang samudra
Disana……
Hanya dia satu-satunya

Kuiringi malam.. menunggunya
Idamkan siraman cahaya
Membayangkan kemegahan kilaunya

Kuiringi siang.. menantinya
Terlihat samar di angkasa
tapi tak cukup tuk sembunyikan indahnya


Bulan…..
Bukan bulan yang sesungguhnya
Namun tetap sabar pada ocehan serigala
Atau mendengar sajak pujangga hina

Bulan…..
Bukan bulan yang sesungguhnya
Tak hanya sekedar pengganti sang surya
Ataupun pengiring dunia fana
Selalu terselip pesona ditiap hadirnya

Sekarang kuhanya menanti purnama..
Semoga kau tak mengerti maksudku apa..
Itu saja..

by : Red Renjer

Kamis, 03 Mei 2012

Bidadari

Di negeri ini..
aku merasa begitu dingin
bagai menatap sebuah lubang yang dalam
dan tak bisa melihat dasarnya















Badai yang mendekat..
terbangkan semua harapan yang telah kubangun
hanya sisakan bongkahan-bongkahan kesunyian
dan kesendirian..


Bidadari yang kuperhatikan
membantuku mengisi lirik-lirik kehidupan
yang mungkin menganggap datar
walau seutuhnya telah arungi lembah kehinaan


Tak perlu kupaparkan..
tak perlu kukatakan..
setiap samudra yang kutemukan...
karena bukan rasa kasihan yang kubutuhkan


Bidadari..
Ada sesuatu yang ingin kusampaikan..
"Kukira hujan telah berhenti,
ternyata hanya awan yang pergi"


by : Red Renjer

Minggu, 29 Januari 2012

Mahasiswa

Dunia mahasiswa...... ada yang bilang "tak seindah masa-masa SMA" tetapi ada juga yang bilang "lebih indah dari masa-masa SMA".
yah... terserah lah. Tergantung pendapat masing-masing orang.
Di sini Red Renjer tidak akan membahas kedua pendapat di atas. Tapi, hanya akan sedikit membeberkan beberapa kebiasaan buruk mahasiswa, dan bagaimana cara mengatasinya.
Langsung saja, kita bahas satu per satu:

1. Tidur di dalam kelas.
Entah disengaja atau tidak, ini merupakan kebiasaan alami mahasiswa. Baik mahasiswa yang pemalas, maupun yang rajin, mahasiswa aktivis, maupun pasifis, mahasiswa agamis, maupun anarkis, pasti pernah mengalami tidur di kelas.

Penyebabnya:
- Begadang : karena ngerjain tugas semalaman, main game online, atau nonton
   bola
- Suara dosen yang merdu dan mendayu-dayu
Akibatnya:
- Jadi ga tahu apa yang disampaikan oleh dosen, sehingga pas ujian juga ga tahu
   mau jawab apa, ujung-ujungnya malah dosennya yang disalahin, ngatain kalau
   dosennya gak pernah ngajarin materi inilah, atau gak pernah nerangin bagian itu
   lah, padahal dianya yang molor di kelas.
Solusinya:
tidurlah di luar kelas

2. Titip absen.
Titip absen (TA) merupakan perilaku mahasiswa yang dengan sengaja meminta kepada mahasiswa lain (teman sekelasnya) untuk mengisikan absennya. Jika temannya tidak mau membantunya melakukan TA, biasanya dia akan mengintimidasi temannya tersebut dengan kata-kata "ga setia kawan lo!" atau "Oh, jadi persahabatan kita cuma sebatas TA?"

Penyebabnya:
- Sakit, urusan keluarga
- Telat bangun
- Sibuk organisasi.
- Lupa kalau ada kuliah
- Malas kuliah, dengan alasan : "Mending gue TA daripada tidur di kelas"
Akibatnya:
-Gak jauh beda sama tidur di kelas.
-Ngajak teman ke neraka, karena teman yang TA-in jadi ikut-ikutan dosa.
Solusinya:
Sebaiknya absensi ditiadakan, agar tidak ada yang TA

3. Memiliki prinsip Squidward 
Bagi anda yang sering nonton Spongebob, pasti akan mengenal Squidward. Squidward merupakan gurita pemalas yang memiliki prinsip hidup "Kalau bisa besok, ngapain sekarang?".
Bagi sebagian besar mahasiswa, prinsip ini juga sudah mendarah daging dalam kehidupan mereka.
Contoh :
Dosen : "Tugas dikumpul minggu depan"
Mahasiswa : "yes!!, masih lama"
besoknya : "Gw kerjain ntar aja deh, masih 6 hari lagi"
3 hari sebelum pengumpulan : "Gw kerjain besok aja deh, sekarang lagi ga mood,
                                              kalau dipaksain hasilnya jg ga maksimal.."
1 hari sebelum pengumpulan : "Besok aja deh, sejam juga kelar"
1 jam sebelum pengumpulan : "aaaaaaaaaaarghh!!.. kenapa ga gw kerjain dari
                                              kemaren?!" (panik)

dan siklus pun berlanjut, pada tugas2 selanjutnya, kejadian di atas terulang kembali...   -____-'

Penyebabnya :
- Malas
- Over confidence, sehingga menganggap tugas yang diberikan gampang untuk
  dikerjakan dalam waktu singkat
- Baru dapat inspirasi ketika terdesak.
Akibatnya:
- Tugas gantung, cuma bisa dikerjain setengah = nilai yang didapat juga setengah.
- Tugas selesai, tapi isinya ga karuan = kalau dapet A merupakan sebuah
   keajaiban.
Solusinya : 
Jangan terlalu sering nonton Spongebob

4. Belajar SKS
Sistem kebut semalam (SKS) merupakan hal lumrah bagi mahasiswa. Ini adalah kondisi dimana mahasiswa akan belajar untuk ujian, tepat pada malam sebelum ujian itu diadakan. Ujung2nya pada saat ujian, mereka hanya bisa menjawab apa adanya, sehingga juga akan mendapatkan hasil apa adanya.

Penyebabnya:
- Malas
- Keseringan pacaran, jadi lupa belajar
- Menyukai tantangan (merasa adrenalinnya terpacu dengan sistem SKS)
Akibat:
- Saat ujian cuma bisa jawab apa adanya, paling seneng kalau lihat soal pilihan 
  ganda, paling kesel kalau lihat soal yang ada esainya apalagi ada kata2 
  "jelaskan". Kalau ada soal kaya gitu, langsung deh ngejawabnya pakai metode 
  asalogi.
Solusinya:
Jangan mulai belajar pada malam sebelum ujian, belajarlah dua atau tiga malam sebelumnya.

Sebenarnya masih banyak kebiasaan-kebiasaan buruk lainnya. Tapi kita sebagai mahasiswa pasti tahu sendiri, apa-apa saja yang menjadi kekurangan kita.

Sedikit renungan :
- Orangtua maupun dosen kita telah mampu melewati masa-masa kuliah tanpa menggunakan internet. Sekarang kita yang sudah mendapatkan kemudahan teknologi seharusnya harus bisa lebih baik dari mereka. Coba seandainya internet dihilangkan, pasti banyak mahasiswa yang frustasi. 
- Bagi yang sering TA : kuliah itu berharga coy, masih banyak teman kita di luar sana yang ingin merasakan kuliah, tapi mereka ga bisa. Jadi, nikmatilah bangku kuliahmu.

Yah.. bagaimanapun juga ini cuma sekedar pendapat, pasti ada benar dan ada salahnya. Mohon maaf kalau ada yang merasa tersinggung.
Sekian. Wassalam..

Hidup Mahasiswa!!! (mahasiswinya nggak)
                                                                                   (sumber : pengalaman pribadi)

ttd : merah bukanlah api, merah bukanlah darah, tapi merah itu si Renjer Merah

Sabtu, 28 Januari 2012

Maghrib

Gerak semunya bagai benamkan dirinya
menyeret para cahaya masuk ke dalam lenteranya
membuat dunia menjadi gelap..
menjadi hampa...


Seperti biasa
itu dapat kau temukan pada barat yang kulihat
















Tapi, kehampaan segera terganti
dengarkanlah itu
lantunan suara surga yang suci
terbang merambat ke telinga yang hina ini


Suara elok nan merdu
seakan membuat dunia lebih bercahaya lagi


by : Red Renjer

Rabu, 25 Januari 2012

Padang Pasir

Sentuhan sang malam tak membuaiku kali ini
termenung, berangan, berimajinasi
bagai di sebuah padang yang luas
kering.. tandus.. dan sunyi
sangat sunyi..

ku berjalan menyusurinya....

langkah kaki yang terbenam
perlahan hanguskan semangatku
deru angin yang menerpa 
seakan menampar jiwa mudaku
kudengarkan suara kesunyian
tapi hanya kehampaan yang datang merayu






Tiba-tiba dia berlari menghampiri...
dia sapukan pasir dari semangatku
dia lenyapkan karat dari belulangku
dia sembuhkan ragu dari nadiku


menarikku dari keterpurukan
menganggkatku dari kehinaan
membasuh jiwaku dari kesepian

dia laksana oasis yang lepaskan dahaga
melumuri setiap sendi kehausan yang selimuti raga
memberi kesejukan di terik yang menyiksa


dia adalah kau ....
kaulah sahabatku....

aku tertegun memikirkannya
merasakannya...


kuamati..
kurasakan kau lebih dalam..


ternyata apa?....
aku salah..
salah menilaimu..


kau tak seperti oasis di tengah gurun
kau pun tak seperti air yang akan lenyapkan rasa hausku


ah..
ternyata kau tidak seperti itu..
mendekati pun tidak...
mirip pun tidak..

sahabat...
tahukah kau?
kau jauh lebih dari itu..
jauh lebih indah...


sahabat...
tahukah kau?
sajak ini tak kupersembahkan untukmu
tak pantas kau mendapatkannya


karena... 
dirimu begitu berharga


by : Red Renjer

Sabtu, 21 Januari 2012

Bulan

Ku hanya diam di sini, tak mampu mendekati
ku hanya bisa memandangi, tak sanggup menghampiri

Tapi ingatlah
ku bisa berikanmu pelangi
dan aku kan berusaha untuk selalu menyinari
karna akulah sang matahari




















Wahai bulan..
Jika ku redup suatu saat nanti
ku hanya bisa berharap
semoga kau selalu setia temani sang bumi


by : Red Renjer

Jumat, 20 Januari 2012

Awan

Kau menatapku dengan asumsimu
Kau menyerangku dengan hipotesismu
Kau membunuhku dengan teorimu


tapi tak apa..
kuperhatikan anggukan lemah dari sang dahan
seakan wujudkan rasa pahamku
















Awanpun tak selalu putih bukan?
tapi ia punya cara tuk jernihkan dirinya..


by : Red Renjer

Kamis, 19 Januari 2012

Definisi Ketek

Indonesia adalah salah satu negara yang cukup terkenal di kancah internasional. Salah satu penyebab keterkenalannya adalah karena banyaknya korupsi budaya-budaya unik yang menjadi ciri khas negara tersebut. Budaya yang beragam ini pastinya juga akan mempengaruhi tata bahasa dari negara tersebut. Bahkan.. satu kata pun bisa memiliki berbagai arti karena perbedaan budaya tersebut (Rony 2012)

Kali ini Red Ranger (disela2 kesibukannya membasmi monster) akan mencoba membuktikan kebenaran teori yang disampaikan di atas. Kita ambil contoh satu kata saja,, yaitu "ketek" 

Ketek memiliki beragam definisi : 
Definisi 1 
"Ketek merupakan salah satu anggota tubuh manusia yang terletak di daerah pangkal bagian bawah lengan". Definisi ini adalah definisi yang paling umum digunakan oleh masyakarat Indonesia
contoh kalimat : 
"Eh lo jangan kesini dong!, ketek lo bau". atau " Eh lo bisa bantuin gw ga? ketek gw gatel nih" 

Definisi 2
"Ketek merupakan sesuatu yang berukuran kecil"
Definisi ini merupakan definisi yang agak sedikit cukup lumayan terkenal di Indonesia. Ini biasanya dipakai oleh orang Minang (Padang)
contoh kalimat : 
"Awak indak mau pakai baju itu, terlalu ketek." atau "Ternyata uni orangnya ketek ya"

Definisi 3
"Ketek merupakan primata (monyet atau kera)"
Definisi ini merupakan definisi yang cukup langka (bahkan Red Ranger juga baru tau) dipakai di Indonesia. Ini berasal dari bahasa Jawa.
contoh kalimat : 
"Wah men, sorry ya, gw pulang dulu.. gw belum ngasih makan ketek gw" atau 
"Ketek gw dari kemaren agresif, ga tau kenapa" (coba kalimat ini digunakan didefinisi 1, pasti agak seketek aneh kita mendengarnya wkwkwk XD)

Definisi 4
"Ketek merupakan kendaraan air"
Definisi ini merupakan definisi yang paling tidak diketahui (paling seketek orang yang mengetahui). Ketek yang dimaksud di atas adalah sejenis perahu bermotor.
contoh kalimat : 
"Pamanku berlayar di laut memakai ketek" (wow amazing!!!)

Itulah salah satu bukti keunikan Indonesia yang memiliki berbagai macam budaya yang berimplikasi memiliki berbagai macam bahasa.. (Red Ranger love Indonesia :D)

Yah.. cukup sekian yang bisa Red Ranger sampaikan.. mudah2an pembaca mendapat seketek pencerahan.. :D
Red Ranger pamit dulu.. Assalamualaikum Wr.Wb..

ttd : Merah bukanlah api, merah bukanlah darah, tapi.. merah itu si Ranger Merah

Laut

Semakin hari titik itu semakin jelas
menghiasi lembaran putih hati para hina
Ketika sudah tergores
jangan cuma memandang yang kelam
kenapa abu-abu sering dilupakan

Berharap hujan segera turun
tak niat untuk menghapus
ataupun mengotori
hanya menunggu akankah sinar-sinar indah itu terbentang?

Saat gerbang cahaya terbuka
mana mungkin permata yang jatuh dalam lautan bisa kudapatkan lagi


















Kenapa tak menjadi lautan saja
begitu megah, luas, dan dalam..
atau langit yang berada diatasnya

Terlihat kawanan merpati
kepakan sayapmu seakan merayu
kuhampiri engkaupun berlalu
ku tahu rayuanmu semu
sama seperti duniaku